Peranan Pengembangan Kurikulum

Peranan Pengembangan Kurikulum


a.    Peranan Konservatif
Peranan konservatif menekankan bahwa kurikulum dapat dijadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini kepada generasi muda, dalam hal ini para siswa. Dengan demikian, peranan konservatif ini pada hakikatnya menempatkan kurikulum yang berorientasi ke masa lampau. Peranan ini sifatnya menjadi sangat mendasar, disesuaikan dengan kenyataan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses sosial. Salah satu tugas pendidikan, yaitu mempengaruhi dan membina perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai sosial yang hidup di lingkungan masyarakatnya.[1]

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum


1)         Perguruan Tinggi
Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. Pertama, dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum, Kedua, dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi Keguruan (Lembaga Tinggi Pendidikan Tenaga Kependidikan). Bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran.

LandasanPengembangan Kurikulum

LandasanPengembangan Kurikulum


Dalam pengembangan kurikulum, diperlukan landasan-landasan sebagai asas dalam  melakukan kerja pengembangan  kurikulum pendidikan. Ini harus dijadikan acuan bagi seorang perumus kurikulum, jika tidak maka hasil kerja pengembangan akan menyulitkan guna pencapaian terhadap terwujudnya tujuan – tujuan pendidikan.

Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum

Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum


Dalam konstruksi dan pengembangan kurikulum terdapat dua prinsip pengembangan yaitu pengembangan umum dan pengembangan khusus.
a. Prinsip-prinsip umum
Dalam konstruksi maupun pengembangan ada beberapa prinsip umum. Pertama, prinsip relevansi. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum, yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. Relevansi ke luar maksudnya tujuan, isi, dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan masyarakat.

Pendekatan Pengembangan Kurikulum

Pendekatan Pengembangan Kurikulum


a.    Pendekatan Subjek Akademik
Pada pendekatan subjek akademik menggunakan bidang studi atau mata pelajaran sebagai dasar organisasi kurikulum, misalnya matematika, sains, sejarah, geografi, atau IPA, IPS, dan sebagainya seperti yang lazim didapati dalam system pendidikan sekarang ini disemua sekolah dan perguruan tinggi.[1]